Rabu, 31 Desember 2025

Refleksi Tahun 2025

Halo, halo!

Waktu kurasa cepat sekali berlalu. Ini sudah hari terakhir tahun 2025 Masehi. Seperti tahun lalu, aku ingin bercerita hal-hal yang kualami pada tahun ini. Ada banyak hal yang terjadi pada tahun ini; ada banyak perubahan yang kualami juga. Kita mulai dari perkuliahan mungkin, ya.

Perkuliahan

Alhamdulillah. Aku menyelesaikan studi Magister Ilmu Komputer UI! Aku mengambil topik segmentasi citra satelit untuk tugas akhir, sama dengan skripsiku. Hanya saja, untuk tesisku, segmentasinya lebih dari dua kelas/label. Tesisku menggunakan data segmentasi penutup lahan (sebagian menyebutnya tutupan lahan), sedangkan skripsiku waktu itu menggunakan data segmentasi bangunan (biner: bangunan vs. non-bangunan).

Aku membandingkan ruang warna yang berbeda dalam tahap pra-pengolahan (pre-processing). Total ada tujuh ruang warna yang kubandingkan:

  1. RGB
  2. CMY (lawan dari RGB)
  3. CIE XYZ
  4. HSV
  5. CIE LAB
  6. Ohta
  7. ProLab

Ternyata terdapat perbedaan kinerja model jaringan saraf konvolusional (CNN) untuk tiap ruang warna. Ini yang menjadi hasil percobaan dalam tesisku. (Tentu masih ada banyak hal lain lagi yang kubahas di dalamnya.)

Aku diwisuda pada tanggal 13 September 2025. Alhamdulillah, ayah-ibuku dan juga adik-adikku hadir lengkap. Ada nenek, pakdhe-budhe, dan mas-mbak sepupuku juga yang datang.

Kami makan siang bersama di Amanaia D'mall Depok (dahulu bernama Talaga Sampireun). Eh, ternyata ada teman seangkatan yang juga makan siang di sana bersama ayah-ibu dan saudaranya.

Ada cerita unik mengenai wisuda UI pada periodeku itu. Mungkin teman-teman sudah pernah mendengarnya. Yang belum tahu ini mungkin bisa mencari di media sosial dengan kata kunci "dana abadi wisuda ui".

Pekerjaan

Pertengahan tahun ini, aku mendapat dua pekerjaan yang sifatnya mitra/kontrak. Alhamdulillah, keduanya cukup fleksibel, bahkan aku bisa mengerjakannya dari rumah dan sesuai jam yang kuatur sendiri (asal target pengerjaan tercapai). Keduanya masih berjalan hingga saat ini.

Jam kerja yang fleksibel dan pengerjaan dari rumah memerlukan kedisiplinan yang lebih karena tantangan di rumah juga tidak kalah kuat. Aku menggunakan bekas meja komputer (komputernya sudah dikasihkan kepada orang lain) sebagai "meja kerja" di kamarku. Selain lebih ergonomis dari sisi postur tubuh saat duduk, aku juga jadi punya "ruang khusus" di dalam kamarku khusus terkait urusan pekerjaan.

Lain-Lain

Sudah lama aku tidak ikut mengurus proyek Luanti. Jam rapat rutin yang awalnya dimajukan karena aku bergabung dalam tim pun dikembalikan lagi seperti semula karena aku sudah lama tidak aktif. Namun, aku sempat turut menerjemahkan laman web Luanti ke dalam bahasa Indonesia saat akhirnya fitur terjemahan untuk laman webnya dipasang: luanti-org.github.io#26 (komentar).

Di sisi lain, aku menambahkan modul-modul baru ke halaman depan web Team Tanpa Les Indonesia. Ada dua modul baru, yaitu modul hitung mundur dan modul jadwal belajar UTBK 120 hari. Semoga penambahan ini bisa membantu para siswa lainnya. Oh, iya, yang membuat jadwal bukan aku. Aku hanya menambahkannya ke halaman web.

Bulan ini menjadi bulan ke-25 aku menyelesaikan tantangan bulanan di Duolingo berturut-turut! Aku pertama kali menyelesaikannya pada Desember 2023. Ternyata sudah dua tahun lebih aku mengikutinya. Oh, iya. Aku mengambil kursus bahasa Prancis dan Jepang. Aku sudah pernah belajar bahasa Prancis pada waktu SMA (sebagai mata pelajaran lintas minat). Jadi, aku mengambilnya agar aku tidak lupa dengan kosakatanya.

Penutup

Tahun ini penuh dengan perubahan yang kualami. Semoga hal-hal baik terus berdatangan pada tahun depan dan tahun-tahun berikutnya, ya. Aamiin.

Demikian tulisan penutup tahun 2025 Masehi dariku. Sampai jumpa tahun depan, semuanya!

Minggu, 30 November 2025

Kerapuhan Prasarana Internet

Halo! Aku ingin cerita sedikit tentang kerapuhan prasarana internet karena gangguan-gangguan yang baru-baru ini terjadi.

Apa saja kejadiannya?

Mungkin masih teringat gangguan-gangguan di banyak layanan di internet beberapa waktu lalu. Berikut beberapa yang kualami langsung:

Mungkin masih ada yang lain yang tidak kualami secara langsung.

Siapa mereka?

Amazon Web Service (AWS) menjadi salah satu layanan prasarana yang dipilih oleh banyak penyedia layanan untuk menginangkan (to host) layanan mereka. Jadi, saat AWS mengalami gangguan, mereka juga kena akibatnya. Contohnya ada Amazon dan Alexa itu sendiri, Canva, Snapchat, Slack, bahkan sampai permainan seperti Duolingo, Fortnite, dan Roblox.

GitHub menjadi layanan pilihan banyak orang untuk menginangkan repositori Git, sistem pengontrol versi. Hampir semua pengembang (developer) mengetahuinya. Aku pun juga menggunakannya, baik untuk keperluan pribadi maupun untuk keperluan pekerjaan. Waktu itu, aku sedang melakukan operasi push (mengirimkan perubahan dari komputerku ke repositori tujuan) saat melihat bahwa layanan GitHub sedang mengalami gangguan (tidak bisa push dan pull).

Cloudflare awalnya menjadi pilihan populer untuk mengamankan jaringan dari luar/internet. Banyak situs web yang menggunakan layanannya untuk mencegah serangan siber. Sayangnya, yang seharusnya melindungi itu justru membuat yang dilindunginya tidak bisa diakses sama sekali pada waktu itu. Yang terdampak ada Canva (lagi), Twitter, Uber, AWS (juga), PayPal, ChatGPT/OpenAI, dan lain-lain.

Apa yang bisa dipetik?

Banyaknya gangguan yang terjadi secara berturut-turut ini mengingatkan kita tentang pentingnya desentralisasi internet, baik prasarana maupun sarananya. Kita terlalu "setia" kepada satu layanan, padahal layanan itu juga "setia" kepada satu layanan prasarana, dan seterusnya. Hal ini memang cara paling mudah dan murah. Namun, kita akhirnya merasakan getahnya.

Perlu diketahui bahwa AWS menguasai 30% pasar layanan prasarana internet. Hal ini diikuti Microsoft Azure (20%), Google Cloud (13%), dan Alibaba Cloud (4%). Meski di bawah 50%, sebanyak 30% pasar itu terdiri dari banyak perusahaan besar atau layanan vital seperti kesehatan dan keamanan.

Begitu juga dengan Cloudflare. Walau mungkin data situs web yang menggunakan reverse proxy kurang lengkap, ada sumber yang mengatakan bahwa Cloudflare digunakan oleh 20,5% situs web secara keseluruhan atau 81,6% situs web yang menggunakan reverse proxy. Persentase yang sangat besar ini juga menunjukkan kerapuhan layanan di internet yang kita pakai sehari-hari.

Apa yang bisa kita lakukan?

Yang jelas, ketika hampir semua (atau bahkan semua) bergantung kepada satu pihak, terdapat kerapuhan yang sangat besar terhadap gangguan/masalah yang mungkin terjadi. Dalam kasus ini, saat satu pihak yang dianggap akan selalu dapat diandalkan ini ternyata mengalami gangguan juga (apalagi yang tidak sebentar), semua terkena getahnya.

Untuk para pengembang (developer), pertimbangkan pula alternatif layanan yang tersedia. Kita perlu mempelajari dan mempersiapkan rencana/prosedur khusus saat layanan yang kita gunakan untuk menjalankan operasional ini mengalami gangguan. Hal ini meliputi variasi produk dari penyedia yang sama ataupun produk lain dari penyedia lain.

Untuk para pengguna/masyarakat secara umum, cadangan adalah hal yang wajib disiapkan. Kita tidak pernah tahu kapan gangguan akan terjadi. Jangan sampai pekerjaan (atau keselamatan) diri kita terancam hanya karena satu pihak mengalami gangguan.

Penutup

Aku teringat strip komik yang juga kembali tenar saat terjadi gangguan berturut-turut waktu itu: komik xkcd yang berjudul "Dependency" (2020) berikut:

Tumpukan balok-balok dengan judul Semua Prasarana Digital Modern dan panah yang menunjuk ke satu balok pipih yang menyangga di bawah semuanya dan bertuliskan sebuah proyek yang secara sukarela dikelola oleh seseorang di Nebraska sejak 2003
Gambaran kerapuhan prasarana digital modern

Omong-omong, tahukah kalian kalau tiap perusahaan, bahkan tiap individu, mengelola server sendiri pada awal perkembangan internet? Belum ada layanan "awan" ("cloud") waktu itu sehingga gangguan di satu layanan tidak terlalu berdampak ke layanan lainnya.

Sampai jumpa!

Jumat, 24 Oktober 2025

Seperempat Abad

seperempat abad sudah
semoga kuat tetap lanjut

banyak jenjang didik sudah
harap belajar tetap berlanjut

beragam hal kualami sudah
berdoa hati tetap kukuh

aneka tantangan tampak sudah
kuatkan diri tetap tangguh

usaha, harap, doa sudah
semua dilakukan sepenuh

Alhamdulillah dan Bismillah

Biasanya orang bilang, "Wah, tidak terasa, ya." Hanya saja, aku merasakan semua kejadian yang kualami. Walau sebagian besar hal itu tidak lagi kuingat, dampaknya terhadap pembentukan jati diriku tetap ada. Aku yang saat ini adalah hasil dari 25 tahun perjalanan hidup. Keinginanku hanya satu: bisa menjalani hidup sesuai dengan pedoman-Nya—sederhana, tetapi memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Semoga hidup kita dipenuhi dengan kebaikan dan dijauhkan dari keburukan.

Salam!