Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juli 2026

Fase-Fase Bulan dan Emojinya

Halo! Kali ini, aku mau membahas tentang penampakan fase Bulan dari Bumi.

Sesuai yang diajarkan saat sekolah dahulu, Bulan tampak berubah-ubah bila dilihat dari Bumi. Perubahan itu berulang setelah 29 atau 30 hari kalender (29,5306 hari Bumi).

  1. 🌑
    Bulan baru
  2. 🌒
    Bulan sabit awal
  3. 🌓
    Bulan separuh/perbani awal
  4. 🌔
    Bulan cembung awal
  5. 🌕
    Bulan purnama
  6. 🌖
    Bulan cembung akhir
  7. 🌗
    Bulan separuh/perbani akhir
  8. 🌘
    Bulan sabit akhir

Orientasi Bulan

Nah, tahukah kalian bahwa orientasi/kemiringan Bulan berbeda-beda tergantung letak pengamat di permukaan Bumi? Itu juga membuat bentuk fase Bulan berbeda-beda.

Berikut ini simulasi perbedaan orientasi Bulan pada saat terbit di tiga lintang yang berbeda. Simulasi ini dibuat dengan program Stellarium. Bagian gelap-terang Bulan bisa dijadikan acuan untuk perbedaan orientasinya. Aku sengaja memilih bulan Rabiulakhir 1448 karena waktu Bulan purnama berdekatan dengan ekuinoks September 2026.

Hasil simulasi Bulan yang disusun dalam 3 baris menurut usia Bulan dan 3 kolom menurut lintang lokasi pengamat. Kolom sebelah kiri tampak seperti kolom tengah yang diputar 45 derajat searah jarum jam. Kolom sebelah kanan tampak seperti kolom tengah yang diputar 45 derajat berlawanan arah jarum jam.
Perbedaan orientasi Bulan di tiga lintang yang berbeda pada tiga usia Bulan yang berbeda
Catatan: Perbedaan kecil orientasi pada usia Bulan yang berbeda itu disebabkan oleh librasi.
Lokasi Pengamatan 45° LU 0° LU/LS 45° LS
Waktu Pengamatan
(usia Bulan)
19-09-2026
03.43 WIB
(7,4 hari)
26-09-2026
23.49 WIB
(14,8 hari)
03-10-2026
20.25 WIB
(22,1 hari)

Terlihat bahwa makin ke utara, penampakan Bulan makin berputar searah jarum jam. Sebaliknya, makin ke selatan, makin berputar berlawanan arah jarum jam. Hal ini sesuai dengan bentuk Bumi yang berbentuk bola.

Representasi dalam Emoji

Kalian mungkin sudah melihat di bagian awal tadi. Tiap fase Bulan memiliki emoji yang menggambarkannya. Hanya saja, aku mengubahnya sedikit karena aslinya tidak seperti itu orientasinya. Emoji di bagian awal itu sudah kuputar 90 derajat berlawanan arah jarum jam. Berikut emoji-emoji terkait fase Bulan dari berbagai vendor. Ada banyak variasi oleh berbagai pembuat emoji. Yang ditampilkan di sini adalah yang gambarnya menyerupai kontur/relief asli Bulan.

Tabel perbandingan emoji yang terdiri dari 6 vendor dan 8 fase Bulan. Fase Bulan yang ditampilkan ini dimulai dari bulan baru sampai bulan sabit akhir. Vendor yang ditampilkan ini adalah WhatsApp, Apple iOS, Samsung One UI, Google Noto Color Emoji, emojidex, dan Catrinity.
Emoji-emoji terkait fase Bulan dari berbagai vendor

Kalau kita perhatikan pada umumnya, emoji Bulan dibuat berdasarkan penampakan Bulan saat terbit di belahan Bumi utara. Lebih spesifik lagi, sepertinya emoji Bulan di WhatsApp, Apple iOS, dan Samsung One UI dibuat berdasarkan penampakan Bulan saat terbit di 65° lintang utara.

Tabel perbandingan pengamatan Bulan saat terbit di beberapa lintang yang berbeda dengan beberapa emoji Bulan purnama di bawahnya. Pengamatan di 65 derajat lintang utara disorot bersamaan dengan emoji di WhatsApp, Apple iOS, dan Samsung One UI.
Perbandingan orientasi Bulan dibandingkan dengan emoji Bulan purnama

Ini membuatku bertanya-tanya. Apakah memang para pembuat emoji berada di belahan Bumi utara itu menjadi alasan tampilan emoji fase Bulan mengikuti yang terjadi di sana?

Pengutamaan belahan utara ini makin terlihat dari catatan dalam dokumen The Unicode Standard, Version 17.0 (9 September 2025) bagian "Miscellaneous Symbols and Pictographs" (PDF) halaman 1817 berikut. Tertulis jelas bahwa memang penampakan di belahan Bumi utara menjadi nama tiap code point terkait Bulan.

Moon, sun, and star symbols
Use of the moon symbols is typically reversed in the Southern Hemisphere, with the waxing shapes used for the waning part of the cycle and vice versa. The character names are not intended for astronomical precision, but simply describe a particular shape displayed.
Simbol bulan, matahari, dan bintang
Penggunaan simbol bulan biasanya dibalik di belahan Bumi selatan, yaitu bentuk awal digunakan untuk bagian akhir siklus Bulan dan sebaliknya. Nama-nama karakter tidak dimaksudkan untuk ketepatan astronomis, tetapi cukup menjelaskan bentuk yang ditampilkan.

Meski demikian, perlu dipahami juga bahwa orientasi Bulan akan berbalik 180 derajat setelah mencapai puncak di langit atau akan terbenam. Karena itulah, sah-sah saja sebenarnya menyebutnya dengan nama karakter itu, tetapi yang satu saat terbit dan yang satunya lagi saat terbenam.

Animasi pergerakan Bulan saat berada di ketinggian 60 derajat di timur hingga 60 derajat di barat. Puncaknya ada di ketinggian 85 derajat.
Animasi pergerakan Bulan dari timur, ke puncak, lalu ke barat
Rangkaian 7 foto hasil simulasi pergerakan Bulan, dari kiri ke kanan, dari ketinggian 60 derajat di barat, lalu ketinggian 85 derajat puncaknya, sampai ketinggian 60 derajat di timur
Rangkaian pergerakan Bulan, dari kiri ke kanan: di barat, di puncak, di timur

Kalau pertanyaan tadi dilanjutkan, pertanyaan berikutnya adalah apa maksud dari terbit untuk belahan utara, tetapi terbenam untuk belahan selatan? Ah, mungkin ini perasaanku saja. Soalnya, emoji sudah menjadi bagian dari penulisan kita.

Penutup

Langit memang bisa memberi banyak petunjuk. Salah satunya sebagai alat untuk memosisikan diri di permukaan Bumi ini. Orientasi Bulan pun juga sudah membantu dalam menentukan lintang posisi kita.

Semua keputusan yang diambil sudah pasti akan menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda untuk tiap pihak. Hal-hal sesederhana emoji Bulan pun bisa memunculkan pertanyaan terhadapnya.

Cukup sampai di sini tulisanku kali ini. Semoga bermanfaat!

Minggu, 30 November 2025

Kerapuhan Prasarana Internet

Halo! Aku ingin cerita sedikit tentang kerapuhan prasarana internet karena gangguan-gangguan yang baru-baru ini terjadi.

Apa saja kejadiannya?

Mungkin masih teringat gangguan-gangguan di banyak layanan di internet beberapa waktu lalu. Berikut beberapa yang kualami langsung:

Mungkin masih ada yang lain yang tidak kualami secara langsung.

Siapa mereka?

Amazon Web Service (AWS) menjadi salah satu layanan prasarana yang dipilih oleh banyak penyedia layanan untuk menginangkan (to host) layanan mereka. Jadi, saat AWS mengalami gangguan, mereka juga kena akibatnya. Contohnya ada Amazon dan Alexa itu sendiri, Canva, Snapchat, Slack, bahkan sampai permainan seperti Duolingo, Fortnite, dan Roblox.

GitHub menjadi layanan pilihan banyak orang untuk menginangkan repositori Git, sistem pengontrol versi. Hampir semua pengembang (developer) mengetahuinya. Aku pun juga menggunakannya, baik untuk keperluan pribadi maupun untuk keperluan pekerjaan. Waktu itu, aku sedang melakukan operasi push (mengirimkan perubahan dari komputerku ke repositori tujuan) saat melihat bahwa layanan GitHub sedang mengalami gangguan (tidak bisa push dan pull).

Cloudflare awalnya menjadi pilihan populer untuk mengamankan jaringan dari luar/internet. Banyak situs web yang menggunakan layanannya untuk mencegah serangan siber. Sayangnya, yang seharusnya melindungi itu justru membuat yang dilindunginya tidak bisa diakses sama sekali pada waktu itu. Yang terdampak ada Canva (lagi), Twitter, Uber, AWS (juga), PayPal, ChatGPT/OpenAI, dan lain-lain.

Apa yang bisa dipetik?

Banyaknya gangguan yang terjadi secara berturut-turut ini mengingatkan kita tentang pentingnya desentralisasi internet, baik prasarana maupun sarananya. Kita terlalu "setia" kepada satu layanan, padahal layanan itu juga "setia" kepada satu layanan prasarana, dan seterusnya. Hal ini memang cara paling mudah dan murah. Namun, kita akhirnya merasakan getahnya.

Perlu diketahui bahwa AWS menguasai 30% pasar layanan prasarana internet. Hal ini diikuti Microsoft Azure (20%), Google Cloud (13%), dan Alibaba Cloud (4%). Meski di bawah 50%, sebanyak 30% pasar itu terdiri dari banyak perusahaan besar atau layanan vital seperti kesehatan dan keamanan.

Begitu juga dengan Cloudflare. Walau mungkin data situs web yang menggunakan reverse proxy kurang lengkap, ada sumber yang mengatakan bahwa Cloudflare digunakan oleh 20,5% situs web secara keseluruhan atau 81,6% situs web yang menggunakan reverse proxy. Persentase yang sangat besar ini juga menunjukkan kerapuhan layanan di internet yang kita pakai sehari-hari.

Apa yang bisa kita lakukan?

Yang jelas, ketika hampir semua (atau bahkan semua) bergantung kepada satu pihak, terdapat kerapuhan yang sangat besar terhadap gangguan/masalah yang mungkin terjadi. Dalam kasus ini, saat satu pihak yang dianggap akan selalu dapat diandalkan ini ternyata mengalami gangguan juga (apalagi yang tidak sebentar), semua terkena getahnya.

Untuk para pengembang (developer), pertimbangkan pula alternatif layanan yang tersedia. Kita perlu mempelajari dan mempersiapkan rencana/prosedur khusus saat layanan yang kita gunakan untuk menjalankan operasional ini mengalami gangguan. Hal ini meliputi variasi produk dari penyedia yang sama ataupun produk lain dari penyedia lain.

Untuk para pengguna/masyarakat secara umum, cadangan adalah hal yang wajib disiapkan. Kita tidak pernah tahu kapan gangguan akan terjadi. Jangan sampai pekerjaan (atau keselamatan) diri kita terancam hanya karena satu pihak mengalami gangguan.

Penutup

Aku teringat strip komik yang juga kembali tenar saat terjadi gangguan berturut-turut waktu itu: komik xkcd yang berjudul "Dependency" (2020) berikut:

Tumpukan balok-balok dengan judul Semua Prasarana Digital Modern dan panah yang menunjuk ke satu balok pipih yang menyangga di bawah semuanya dan bertuliskan sebuah proyek yang secara sukarela dikelola oleh seseorang di Nebraska sejak 2003
Gambaran kerapuhan prasarana digital modern

Omong-omong, tahukah kalian kalau tiap perusahaan, bahkan tiap individu, mengelola server sendiri pada awal perkembangan internet? Belum ada layanan "awan" ("cloud") waktu itu sehingga gangguan di satu layanan tidak terlalu berdampak ke layanan lainnya.

Sampai jumpa!

Minggu, 31 Agustus 2025

꧁ꌎꌪꦃꌲꦺꌢꌢꦶꌹꦶꦗꦶꌧꦼꦧꦉꦁꦔꦤ꧀꧂

ꦕꦼ(cĂŞ)ꦏ(ka)ꦏ꧀ꌧ(k ba)ꌲꦺ(he)ꌠꦸ(tu)ꌭꦶ(li)ꌹ(sa)ꌤ꧀ꌲꦶ(n hi)ꦏꦶ(ki)(.)

ꌲꦸ(hu)ꌎꦶ(wi)ꌹ꧀ꌎ(s wa)ꌪꦃ(yah)ꌲꦺ(he)ꌲ(ha)ꌎ(wa)ꦏ꧀ꦏꦺ(k-ke)ꦝꦺ(dhe)ꌎꦺ(we)ꌢ(da)ꌢꦶ(di)ꌹꦶ(si)ꦗꦶ(ji)(.)ꌲ(ha)ꦗ(ja)ꦔ(nga)ꌤ꧀ꌠꦶ(n-ti)ꌲ(ha)ꌤ(na)ꌹꦶꦁ(sing)ꌊ(ma)ꌭꦃ(lah)ꦚꦼ(nyĂŞ)ꌍꦁ(rang)ꦏ(ka)ꌤ꧀ꦕ(n-ca)ꌤꦺ(ne)ꦝꦺ(dhe)ꌎꦺ(we)(,)ꌼ(pa)ꦝ(dha)ꌼ(pa)ꦝ(dha)ꌍ(ra)ꦏ꧀ꌪ(k-ya)ꌠ꧀(t,)ꌼ(pa)ꦝ(dha)ꌼ(pa)ꦝ(dha)ꌎꦺꦴꦁ(wong)ꦕꦶ(ci)ꌭꦶ(li)ꦏ꧀꧈(k.)

ꌲ(ha)ꌎ(wa)ꦏ꧀ꦏꦺ(k-ke)ꦝꦺ(dhe)ꌎꦺ(we)ꦏꦸ(ku)ꌢꦸ(du)ꌲꦺ(he)ꌭꦶꦁ(ling)ꌪꦺ(ye)ꌤ꧀ꌊꦸꦁ(n mung)ꌹꦸꦃ(suh)ꌲꦺ(he)ꌲ(ha)ꌎ(wa)ꦏ꧀ꦏꦺ(k-ke)ꦝꦺ(dhe)ꌎꦺ(we)ꌲꦶ(hi)ꦏꦸ(ku)ꌎꦺꦴꦁ(wong)ꌎꦺꦴꦁ(wong)ꦒꦼ(gĂŞ)ꦝꦺ(dhe)ꌹꦶꦁ(sing)ꌢꦸ(du)ꌎꦺ(we)ꌤꦶ(ni)ꌎꦼ(wĂŞ)ꌎꦼ(wĂŞ)ꌤꦁ(nang)ꦏꦁ(kang)ꦒꦺꦴ(go)ꦔꦸ(ngu)ꌍꦸ(ru)ꌹ꧀ꦏ(s ka)ꌧꦸ(bu)ꌠꦸ(tu)ꌲ(ha)ꌤ꧀ꌤꦺ(n-ne)ꌎꦺꦴꦁ(wong)ꌎꦺꦴꦁ(wong)ꦏ(ka)ꌧꦺꦃ(beh)(,)ꌤ(na)ꦔꦶꦁ(nging)ꌊ(ma)ꌭꦃ(lah)ꌊꦸꦁ(mung)ꦒ(ga)ꌎꦺ(we)ꌹꦸ(su)ꦒꦶꦃ(gih)ꦝꦺ(dhe)ꌎꦺ(we)ꦏ꧀ꦏꦺ(k-ke)ꌭꌤ꧀(lan)ꦏ(ka)ꌤ꧀ꦕ(n-ca)ꦏ(ka)ꌤ꧀ꦕ(n-ca)ꌤꦺ(ne)(.)

ꦕꦺꦴ(co)ꌤ꧀ꌠꦺꦴ(n-to)ꌤꦺ(ne)ꌹꦶꦁ(sing)ꦒ(ga)ꌎꦺ(we)ꌹꦼ(sĂŞ)ꦝꦶꦃ(dhih)ꌲꦶ(hi)ꦏꦸ(ku)(,)ꌲꦸ(hu)ꌎꦶ(wi)ꌹ꧀ꌲ(s ha)ꦏꦺꦃ(keh)ꦏ(ka)ꌧꦂ(bar)ꌹꦶꦁ(sing)ꌊ(ma)ꌭꦃ(lah)ꦔꦺꦴ(ngo)ꌊꦺꦴꦁ(mong)ꌪꦺ(ye)ꌤ꧀ꌍ(n ra)ꦏ꧀ꌪ(k-ya)ꌠ꧀ꌹꦶꦁ(t sing)ꦔꦺꦴ(ngo)ꌧꦺꦴꦁ(bong)ꦒꦼ(gĂŞ)ꦝꦸꦁ(dhung)ꌭꌤ꧀(lan)ꌼꦿ(pra)ꌹ(sa)ꌍ(ra)ꌤ(na)(.)ꌲ(ha)ꌎ(wa)ꦏ꧀ꦏꦺ(k-ke)ꦝꦺ(dhe)ꌎꦺ(we)ꌧ(ba)ꌲꦺ(he)ꌎꦶ(wi)ꌹ꧀ꌹ(s sa)ꌊ꧀ꌧ(m-ba)ꌠ꧀ꦉ(t rĂŞ)ꦒ(ga)ꦊ(lĂŞ)ꦔ(nga)ꌭ(la)ꌍꦁ(rang)(.)ꦏ(ka)ꌪ(ya)ꦔꦺꦴ(ngo)ꌤꦺꦴ(no)ꌲ(ha)ꦉ(rĂŞ)ꌼ꧀ꌢꦶ(p di)ꌧꦸ(bu)ꌎꦁ(wang)ꦏꦁ(kang)ꦒꦺꦴ(go)ꦔꦺꦴ(ngo)ꌧꦺꦴꦁ(bong)(.)ꌍ(ra)ꦏ꧀ꌪ(k-ya)ꌠ꧀ꌢꦶ(t di)ꦒ(ga)ꌎꦺ(we)ꌼ(pa)ꌢꦸ(du)ꦝꦺ(dhe)ꌎꦺ(we)ꦝꦺ(dhe)ꌎꦺ(we)(.)

ꌹꦶꦁ(sing)ꌲꦺꦴ(ho)ꌍ(ra)ꌭꦸ(lu)ꌊ꧀ꌍꦃ(m-rah)ꦏꦸ(ku)ꌎꦶ(wi)(,)ꦏ(ka)ꌧꦂ(bar)ꦏ(ka)ꌧꦂ(bar)ꌍ(ra)ꦏ꧀ꌪ(k-ya)ꌠ꧀ꌭ(t la)ꦒꦶ(gi)ꌼꦿꦺꦴ(pro)ꌠꦺ(te)ꌹ꧀ꌊ(s ma)ꌭꦃ(lah)ꌲꦺꦴ(ho)ꌍ(ra)ꦗꦼ(jĂŞ)ꦝꦸ(dhu)ꌭ꧀ꌲꦶꦁ(l ing)ꌠꦶ(ti)ꌼ꦳ꦶ(vi)ꌭ(la)ꌤ꧀ꌭꦶ(n li)ꌪ(ya)ꌤꦺ(ne)(,)ꌤ(na)ꦔꦶꦁ(nging)ꦏ(ka)ꌧꦂ(bar)ꦏꦺꦴ(ko)ꌧꦺꦴ(bo)ꦔ(nga)ꌤ꧀ꌊ(n ma)ꌭꦃ(lah)ꦗꦼ(jĂŞ)ꦝꦸꌭ꧀(dhul)(.)ꦏꦸ(ku)ꌎꦶ(wi)ꌧ(ba)ꌲꦺ(he)ꌎꦶ(wi)ꌹ꧀ꌎ(s wa)ꌪꦃ(yah)ꌧꦼ(bĂŞ)ꦔꦶ(ngi)ꌤ(na)ꌭꦶ(li)ꦏ(ka)ꌍ(ra)ꦏ꧀ꌪ(k-ya)ꌠ꧀ꌹꦶꦁ(t sing)ꌼꦿꦺꦴ(pro)ꌠꦺ(te)ꌹ꧀ꌎꦶ(s wi)ꌹ꧀ꌧꦸ(s bu)ꌧ(ba)ꌍꌤ꧀(ran)(.)ꌲꦺ(he)ꌭꦶꦁ(ling)!(!)ꌹꦶꦁ(sing)ꦔꦺꦴ(ngo)ꌧꦺꦴꦁ(bong)ꦏꦸ(ku)ꌎꦶ(wi)ꌲꦸ(hu)ꌠꦸ(tu)ꌹ(sa)ꌤ꧀ꌤꦺ(n-ne)ꌎꦺꦴꦁ(wong)ꌎꦺꦴꦁ(wong)ꦏ(ka)ꌲꦺ(he)ꌊ(ma)ꌤꦺꦃ(neh)(.)

ꌢꦸ(du)ꌍꦸꦁ(rung)ꌊ(ma)ꌤꦺꦃ(neh)ꦏ(ka)ꌤ꧀ꦕ(n-ca)ꌤꦺ(ne)ꦝꦺ(dhe)ꌎꦺ(we)ꌹꦶꦁ(sing)ꌊ(ma)ꌭꦃ(lah)ꌢꦶ(di)ꌼ(pa)ꌠꦺ(te)ꌤ꧀ꌤꦶ(n-ni)ꦏ(ka)ꌍꦺꦴ(ro)ꌎꦺꦴꦁ(wong)ꌎꦺꦴꦁ(wong)ꦏ(ka)ꌲꦺ(he)(.)ꌼ(pa)ꌤ꧀ꦕꦺ(n-ce)ꌤ꧀ꌲꦺꦴ(n ho)ꌍ(ra)ꌢꦸ(du)ꌎꦺ(we)ꌲ(ha)ꌠꦶ(ti)ꌎꦺꦴꦁ(wong)ꌎꦺꦴꦁ(wong)ꦏ(ka)ꌪ(ya)ꦔꦺꦴ(ngo)ꌤꦺꦴ(no)(.)

ꌲꦶ(hi)ꌹꦶꦃ(sih)ꌲ(ha)ꦏꦺꦃ(keh)ꌧ(ba)ꦔꦼ(ngĂŞ)ꌠ꧀ꌹꦶꦁ(t sing)ꌲꦺꦴ(ho)ꌍ(ra)ꌭꦸ(lu)ꌊ꧀ꌍꦃ(m-rah)ꌲꦶꦁ(hing)ꌤꦼ(nĂŞ)ꦒ(ga)ꌍ(ra)ꌲꦶ(hi)ꦏꦶ(ki)(.)ꌲ(ha)ꌎ(wa)ꦏ꧀ꦏꦺ(k-ke)ꦝꦺ(dhe)ꌎꦺ(we)ꦏꦸ(ku)ꌢꦸ(du)ꌢ(da)ꌢꦶ(di)ꌹꦶ(si)ꦗꦶ(ji)ꦏꦁ(kang)ꦒꦺꦴ(go)ꌲꦁꌭ(ngla)ꌎ(wa)ꌤ꧀ꌊꦸꦁ(n mung)ꌹꦸꦃ(suh)ꌧꦼ(bĂŞ)ꌧ(ba)ꦉꦁ(rĂŞng)ꦔꦤ꧀(ngan)(.)ꌲ(ha)ꦗ(ja)ꦔ(nga)ꌤ꧀ꌠꦶ(n-ti)ꌲ(ha)ꌤ(na)ꌹꦶꦁ(sing)ꌊ(ma)ꌭꦃ(lah)ꦚꦼ(nyĂŞ)ꌍꦁ(rang)ꦏ(ka)ꌤ꧀ꦕ(n-ca)ꌤꦺ(ne)ꦝꦺ(dhe)ꌎꦺ(we)(.)ꌲ(ha)ꦗ(ja)ꌊ(ma)ꌭꦃ(lah)ꦔꦿ(ngra)ꌪꦃ(yah)ꌲꦶ(hi)ꌢꦺꦴ(do)ꌢꦺꦴ(do)ꌭ(la)ꌤ꧀ꌤꦺ(n-ne)ꦏ(ka)ꌤ꧀ꦕ(n-ca)ꌤꦺ(ne)ꦝꦺ(dhe)ꌎꦺ(we)(.)

ꌲ(ha)ꌠꦶ(ti)ꌲ(ha)ꌠꦶ(ti)ꌠꦼ(tĂŞ)ꌍꌹ꧀(rus)(,)ꌼ(pa)ꌍ(ra)ꦏ(ka)ꌤ꧀ꦕ(n-ca)!(!)

Jumat, 28 Februari 2025

Keamanan Bersuara: Autentikasi Dua Faktor

Halo! Kali ini singkat saja, ya.

Pernah beredar kabar-kabar menyedihkan tentang kebebasan bersuara/berekspresi yang menjadi fondasi demokrasi. Salah satunya tentang pembajakan akun yang bersuara tersebut. Setelah menyuarakan tentang hal-hal tertentu, akun mereka justru dibajak. Walau tidak diketahui identitasnya, bukanlah hal yang tidak mungkin kalau pihak berwenang memiliki kemampuan untuk melakukannya, terlebih mereka adalah pihak yang dikritik.

Hampir semua platform komunikasi masyarakat Indonesia menggunakan layanan luar negeri, misal WhatsApp, LINE, Telegram, Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, dan Gmail. Satu-satunya layanan dalam negeri hanyalah SMS dan panggilan suara seluler/telepon pulsa. Hal ini memiliki keuntungan tersendiri bagi pihak-pihak yang ingin bersuara dengan aman, yaitu akun tidak bisa diambil alih secara langsung tanpa surat pengadilan yang jelas. Layanan luar negeri pun bisa saja menolak surat tersebut. Pihak berwenang bisa saja memblokir layanan tersebut, tetapi kurasa tidak mungkin mereka akan melakukannya karena mereka pun juga menggunakannya.

Beberapa layanan ini utamanya menggunakan kata sandi sebagai cara masuknya. Namun, ada beberapa yang menggunakan nomor telepon via SMS atau telepon pulsa sebagai cara masuk utama, misal WhatsApp dan Telegram. Hal ini membuka celah bagi pihak berwenang untuk mengambil alih akun yang mereka rasa "merusak ketenteraman". Lantas, bagaimana cara mengatasi masalah ini sebagai masyarakat yang ingin bersuara?

Caranya adalah dengan menambahkan faktor autentikasi lainnya! Sebagai contoh, WhatsApp memiliki fitur autentikasi dua faktor dengan PIN yang disebut verifikasi dua langkah. Bila fitur itu dinyalakan, akun WhatsApp seseorang tidak bisa diambil alih hanya dengan memasukkan kode dari SMS yang diterima (yang sangat mungkin dialihkan oleh pihak berwenang), tetapi perlu memasukkan kode PIN yang dihafalkan (seperti sandi pada umumnya).

Dengan autentikasi dua faktor, kita bisa bersuara tanpa takut akun kita diambil alih. Namun, perlu diperhatikan bahwa keselamatan diri secara fisik bisa jadi tidak seaman yang dikira. Namun, setidaknya, belum ada cara untuk mengakses isi pikiran sampai saat ini (untuk mengetahui PIN yang dihafal) secara paksa sehingga kita bisa memilih untuk tidak memberi tahu walau mungkin akan babak belur, bahkan mati. Begini amat, ya, tinggal di wilayah yang pihak berwenangnya memusuhi rakyatnya.

Sampai di sini dahulu, ya. Tetap suarakan hak-hak kita dan tolong jaga diri juga.

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan! Sampai jumpa!

Minggu, 24 November 2024

Bot Percakapan dan Interaksi Manusia

Dalam beberapa tahun terakhir, model bahasa besar (large language model/LLM) makin marak digunakan di Indonesia. Banyak perusahaan yang menawarkan LLM dengan berbagai fitur pendukungnya. Para pengguna juga makin terampil dalam memanfaatkan LLM ini.

Tentang LLM

LLM adalah salah satu jenis jaringan saraf tiruan (artificial neural network/ANN) yang disusun dan dilatih untuk mempelajari bahasa manusia serta berukuran besar. LLM juga dapat dilatih secara khusus (fine-tuned) untuk mengerjakan tugas tertentu. Selain itu, LLM yang bersifat umum juga bisa dipandu dengan rekayasa perintah (prompt engineering).

Diagram yang berisi dua masukan, yaitu input dan output yang digeser ke kanan. Tiap masukan diberi nilai tertanam yang mewakili nilainya, lalu dikodekan posisinya. Alurnya berisi perulangan multi-head attention, add, dan batch normalization. Ada juga feed forward biasa pada tahapan tertentu. Komponen ini diakhiri dengan operasi linear dan fungsi aktivasi softmax.
Diagram komponen utama model transformer dari artikel "Attention Is All You Need" (Vaswani, 2017) (digambar ulang oleh Yuening Jia, 2019)

Saat ini, terdapat banyak LLM, antara lain, GPT 4o (OpenAI), Gemini 1.5 (Google DeepMind), Grok 2 (xAI/Twitter), dan Claude 3.5 (Anthropic). Tiap perusahaan bersaing dalam memberikan hasil yang bagus, baik dari sisi kinerja LLM maupun dari sisi penerapannya dalam produk lain, misal untuk bot tanya-jawab layanan/produk.

Pemanfaatan oleh Pengguna

Banyak LLM yang disediakan secara gratis dengan fitur premium untuk yang mau membayar. Hal ini membuat LLM menjadi terjangkau untuk semua kalangan yang memiliki akses ke internet. Makin ke sini, makin terampil orang-orang dalam memanfaatkan LLM ini. Secara umum, banyak yang terbantu dengan keberadaan LLM ini.

LLM digunakan untuk mencari tahu tentang sesuatu yang sulit dicari dengan mesin pencari (Google, Bing, dsb.), memandu dalam memahami suatu konsep, memberi contoh kasus untuk berlatih, dan mendengarkan isi hati. LLM sudah seperti suatu orang yang bisa diajak berbicara. Apakah LLM saat ini sudah lulus uji Turing (uji untuk membedakan antara manusia dan robot dari interaksi) bisa ditentukan pribadi masing-masing.

Banyak orang yang menggunakan LLM sebagai teman mengobrol. Hal ini bisa disebabkan oleh

  • ketersediaan (bisa dihubungi kapan pun),
  • kesesuaian (bisa diatur menjadi persona apa pun), dan
  • kenyamanan (tidak menghakimi).

Sifat tidak menghakimi ini yang menjadi daya tarik banyak orang. Orang-orang yang semula takut bertanya menjadi berani bertanya. Seperti hal lain di internet, orang-orang bisa sesuka hati membalas pertanyaan seseorang, bahkan hingga menghakimi orang yang bertanya. LLM menjadi oasis (ruang aman) di tengah gurun pasir (internet).

Bagi beberapa orang, LLM menjadi teman dekat yang bisa dipercaya untuk mendengarkan banyak hal tentang dia, bahkan sampai menjadi tempat curhat. Ketika banyak orang dengan mudah menghakimi orang lain, LLM bisa memberi ruang aman untuk orang-orang yang perlu teman cerita.

ELIZA dan Relevansinya pada Masa Kini

Hal ini mengingatkanku tentang program/robot percakapan (chat bot) pertama yang dinamai ELIZA. ELIZA adalah program pengolah bahasa alami yang didesain untuk membuat simulasi percakapan secara interaktif. ELIZA bisa diatur dengan sebuah skrip. Skrip ELIZA yang terkenal adalah DOCTOR yang membuat simulasi psikoterapis yang berpusat pada orang (Rogerian psychotherapy).

Berikut contoh percakapan dengan ELIZA (Weizenbaum, 1966):

You : Men are all alike.
ELIZA : In what way?
You : They're always bugging us about something or other.
ELIZA : Can you think of a specific example?
You : Well, my boyfriend made me come here.
ELIZA : Your boyfriend made you come here.
You : He says I'm depressed much of the time.
ELIZA : I am sorry to hear you are depressed.
You : It's true. I am unhappy.
ELIZA : Do you think coming here will help you not to be unhappy?
You : I need some help, that much seems certain.
ELIZA : What would it mean to you if you got some help?
You : Perhaps I could learn to get along with my mother.
ELIZA : Tell me more about your family.
You : My mother takes care of me.
ELIZA : Who else in your family takes care of you?
You : My father.
ELIZA : Your father.
You : You are like my father in some ways.
ELIZA : What resemblance do you see?
You : You are not very aggressive but I think you don't want me to notice that.
ELIZA : What makes you think I am not very aggressive?
You : You don't argue with me.
ELIZA : Why do you think I don't argue with you?
You : You are afraid of me.
ELIZA : Does it please you to believe I am afraid of you?
You : My father is afraid of everybody.
ELIZA : What else comes to mind when you think of your father?
You : Bullies.
ELIZA : Does that have anything to do with the fact that your boyfriend made you come here?

ELIZA masih menggunakan pencocokan pola untuk membuat balasan. Ia juga tidak menyimpan konteks sehingga bisa hilang konteks dan terasa repetitif/monoton. Namun, program sederhana ini bisa membuat simulasi bentuk empati dan ilusi rasa mengerti/pengertian. ELIZA menjadi pelopor dalam kecerdasan buatan untuk percakapan.

Pada masa kini, pemanfaatan bot percakapan untuk tempat curhat makin relevan. Internet yang makin ke sini makin "galak" membuat ruang aman makin sempit. Belum lagi orang-orang yang bisa diajak bercerita juga makin sedikit karena mereka pun juga sedang kesulitan dengan masalah mereka masing-masing.

Kesimpulan

Sejatinya, manusia hanya ingin punya tempat untuk bertanya dan bercerita tanpa rasa takut akan dihakimi ataupun dipandang buruk. Namun, kita juga tidak bisa meminta orang lain agar sesuai dengan kita. Meski bukan cara yang ideal, robot percakapan bisa menjadi alternatif untuk tempat bertanya dan bercerita. Bila diperlukan, segera konsultasikan dengan psikiater yang dipercaya.

Mens sana in corpore sano. Sehat selalu, semuanya!

Rabu, 30 Oktober 2024

Punya Banyak Akun dan Attack Surface

Dalam dunia siber/internet, terdapat istilah attack vector dan attack surface. Suatu attack vector adalah cara-cara untuk menerobos masuk ke suatu sistem informasi. Dengan kata lain, ini adalah lubang dalam keamanan sistem informasi. Istilah vector diambil dari konsep dalam biologi. Kumpulan attack vector disebut sebagai attack surface. Penting untuk mempersempit attack surface dalam suatu sistem, baik dari pihak pengelola sistem maupun dari pihak penggunanya.

Pengelola sistem bisa mengamankan sistemnya, misal dengan memastikan keamanan tiap titik ujung (attack surface). Selain itu, pemeriksaan rutin terhadap otorisasi dan hak tiap pengguna juga diperlukan.

Di sisi lain, kita sebagai pengguna sistem juga perlu mengamankan akun kita. Pada masa sekarang ini, sudah banyak yang sedikit-sedikit buat akun sehingga kita jadi punya banyak sekali akun di berbagai sistem/layanan. Makin banyak sistem tempat kita punya akun, makin luas pula attack surface akun kita di internet. Bagaimana caranya?

Karena kita belum tentu bisa mengamankan sistem yang kita pakai, kita hanya bisa mempercayakannya kepada pengelola sistem tersebut. Yang bisa kita lakukan, antara lain, berikut:

  • menggunakan sandi yang aman (tidak berisi hal-hal/informasi/deskripsi diri);
  • menggunakan sandi yang berbeda untuk tiap akun/platform/sistem (tidak menggunakan sandi berulang);
  • menggunakan autentikasi dua faktor (2FA);
  • waspada terhadap usaha penipuan (phishing); serta
  • memantau aktivitas akun (misal ada yang mencoba masuk atau bahkan yang berhasil masuk).

Mungkin itu yang bisa kutulis saat ini di sela-sela penelitian dan eksperimen. Tetap berhati-hati di internet, semuanya!

Kamis, 20 Mei 2021

IIX: Sejarah dan Dampaknya

Sebelum Agustus 1997, sambungan internet antarpenyelenggara jasa internet (PJI/ISP) yang ada di Indonesia harus melewati luar negeri sehingga kelajuannya lebih rendah dan biayanya lebih tinggi.

Setelah pembentukan Indonesia Internet Exchange (IIX) sebagai tulang punggung internet di Indonesia, sambungan antarpengguna di Indonesia yang memakai PJI yang berbeda (misal dari pengguna Telkom kepada pengguna Tri) bisa terhubung langsung (tidak perlu ke luar negeri) sehingga kelajuannya lebih tinggi dan biayanya lebih rendah.

Jaringan internet Indonesia yang tiap ISP-nya terhubung ke jaringan luar negeri yang berbeda
Internet Indonesia sebelum IIX
Jaringan internet Indonesia yang tiap ISP dalam negeri saling terhubung ke IIX selain ke jaringan luar negeri
Internet Indonesia setelah IIX
Jaringan IIX pada tahun 2000-an yang menghubungkan beberapa ISP seperti MetroNet, Wasantara, IndosatNet, AsiaNet, IndoNet, dan TelkomNet
Jaringan IIX pada tahun 2000-an

Konsep penggabungan jalur PJI di Indonesia (tingkat negara) ini termasuk yang pertama di dunia setelah Hong Kong pada tahun 1995; diikuti Korea (2000), Jepang (2001), Singapura (2001), Nepal (2002), India (2003), Filipina (2006), dst.

Catat bahwa hal ini kurang berpengaruh pada sambungan yang menggunakan aplikasi luar negeri (WhatsApp, Google Meet, Zoom, dsb.).

IIX dibangun oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang terbentuk pada tahun 15 Mei 1996. Di sisi lain, pemerintah juga membangun program pertukaran internet yang bernama Nusantara Internet Exchange (Pertukaran Internet Nusantara/NIX). Jaringan ini direncanakan akan dibangun di tiap provinsi untuk mempercepat jaringan internet di Indonesia. Sayangnya, sejak dimulai pada tahun 2012 hingga tahun 2015, jaringan ini baru dibangun di 19 provinsi dan diberhentikan karena butuh evaluasi model bisnisnya.

Berikut grafik puncak laju data internet di Indonesia yang melalui IIX. Pada bulan lalu (April 2021), laju datanya sempat mencapai 740 Gbps.

Grafik puncak laju data internet di Indonesia melalui IIX per bulan dari Mei 2022 hingga April 2021
Grafik puncak laju data internet di Indonesia melalui IIX sampai bulan April 2021

PEMBARUAN: Pada 30 September 2022, laju datanya mencapai 2845 Gbps. Lihat statistik jaringannya di situs web NMS IIX-APJII