Selasa, 24 Februari 2026

Perbandingan Terbalik dan Lama Pengerjaan

Halo!

Mungkin teman-teman pernah membaca soal-soal sejenis ini:

Sebuah gedung akan selesai dibangun dalam waktu 6 bulan oleh 20 orang pekerja. Jika ternyata pembangunan gedung perlu selesai dalam waktu 4 bulan, berapa jumlah pekerja yang diperlukan?

Soal-soal sejenis ini biasanya digunakan untuk belajar materi perbandingan terbalik. Dalam perbandingan biasa, makin besar suatu nilai dalam perbandingan, makin besar pula nilai aslinya. Kebalikannya, dalam perbandingan terbalik, makin besar suatu nilai dalam perbandingan, justru makin kecil nilai aslinya.

Contoh perbandingan biasa adalah perbandingan jarak dengan lama perjalanan: jarak 60 km perlu 1 jam, maka jarak 120 km perlu 2 jam. Contoh perbandingan terbalik, ya, yang ada pada soal di atas: 6 bulan perlu 20 orang pekerja, maka 4 bulan perlu 30 orang pekerja.

Sebenarnya, rumus asalnya masih sama untuk perbandingan, yaitu x : y = A : B. Hanya saja, yang membedakannya adalah nilai x dan y yang digunakan. Pada perbandingan biasa, nilainya sesuai yang diketahui. Pada perbandingan terbalik, nilainya adalah kebalikannya (1/x). Nilai ini biasa kubayangkan sebagai "kecepatan" karena sering muncul pada soal yang membahas lama pengerjaan.

Meski cocok untuk belajar perbandingan terbalik, perhitungan ini belum tentu bisa diterapkan di dunia nyata. Terdapat bagian-bagian pekerjaan yang tidak bisa dipercepat meski ada tambahan tenaga ataupun bahan. Dalam contoh pembangunan gedung misalnya, menunggu hasil cor tidak bisa dipercepat dengan tambahan tenaga.

Dalam topik rekayasa perangkat lunak pun, konsepnya juga sama. Ada batas atas ukuran tim dalam mengerjakan suatu sistem atau komponen sistem (tergantung ukuran dan kompleksitasnya). Bila ukuran tim sudah melebihi batas itu, tidak ada peningkatan laju pengerjaan dan justru ada masalah baru, yaitu komunikasi antar-anggota tim.

Aku pernah menemukan soal di internet yang "agak lain" juga terkait perbandingan terbalik:

Sebuah orkestra menyelesaikan satu lagu dalam waktu 30 menit oleh 20 orang pemain. Jika mendapatkan 10 orang pemain tambahan, mereka akan menyelesaikan satu lagu dalam waktu berapa lama?

Ini, ceritanya, memainkan lagunya dipercepat begitukah? Ya ... namanya juga hanya contoh soal cerita. Tidak apa-apa meleset sedikit dari aslinya di dunia nyata.

Cukup sekian tulisanku kali ini. Sampai jumpa!

Sabtu, 31 Januari 2026

Spam Telepon yang Meresahkan

Halo!

Beberapa hari yang lalu, aku dapat panggilan telepon berulang kali tiap beberapa jam selama dua hari berturut-turut. Di satu sisi, aku jadi tahu bahwa menekan tombol volume pada ponsel akan menghentikan bunyi nada dering tanpa menutup/menerima teleponnya. Di sisi lain, kejadian ini membuatku kaget, waswas, dan resah.

Yang unik dari kejadian ini adalah bahwa sebagian besar nomor telepon yang digunakan hanya berbeda dua/tiga angka terakhir. Aku baru menyadarinya setelah membaca komentar dari pengguna lain di aplikasi Getcontact. Hal ini berarti bahwa si pelaku membeli/memesan nomor telepon dalam jumlah besar (grosir/batch).

Ini nomor-nomor telepon yang memanggilku (urut nomor):

Betul, ada 18 nomor telepon yang berbeda yang memanggilku. Semuanya kartu Mentari (+62858) dari penyedia Indosat. Tidak ada yang kutanggapi karena sebagian kecil di antaranya sudah ditandai sebagai spam di Getcontact. Selain itu, semua nomor ini tidak terdaftar di WhatsApp. Jadi, yang lainnya kuanggap sama saja karena rombongan. Sepertinya, hal ini antara telemarketing atau phishing.

Aku masih heran dengan kinerja lembaga yang berwenang dan bertugas mengatasi masalah-masalah ini. Urusan-urusan ini lamban diatasi, sedangkan urusan-urusan yang baik (tetapi "mengancam" pihak tertentu) langsung ditanggapi dengan ganas. Semoga ada perbaikan ke depannya (kalau bisa, segera).

Sampai di sini dahulu tulisanku. Tahun baru dibuka dengan panggilan-panggilan telepon tidak jelas. Semoga hal-hal baik terjadi ke depannya. Sampai jumpa!