Minggu, 30 November 2025

Kerapuhan Prasarana Internet

Halo! Aku ingin cerita sedikit tentang kerapuhan prasarana internet karena gangguan-gangguan yang baru-baru ini terjadi.

Apa saja kejadiannya?

Mungkin masih teringat gangguan-gangguan di banyak layanan di internet beberapa waktu lalu. Berikut beberapa yang kualami langsung:

Mungkin masih ada yang lain yang tidak kualami secara langsung.

Siapa mereka?

Amazon Web Service (AWS) menjadi salah satu layanan prasarana yang dipilih oleh banyak penyedia layanan untuk menginangkan (to host) layanan mereka. Jadi, saat AWS mengalami gangguan, mereka juga kena akibatnya. Contohnya ada Amazon dan Alexa itu sendiri, Canva, Snapchat, Slack, bahkan sampai permainan seperti Duolingo, Fortnite, dan Roblox.

GitHub menjadi layanan pilihan banyak orang untuk menginangkan repositori Git, sistem pengontrol versi. Hampir semua pengembang (developer) mengetahuinya. Aku pun juga menggunakannya, baik untuk keperluan pribadi maupun untuk keperluan pekerjaan. Waktu itu, aku sedang melakukan operasi push (mengirimkan perubahan dari komputerku ke repositori tujuan) saat melihat bahwa layanan GitHub sedang mengalami gangguan (tidak bisa push dan pull).

Cloudflare awalnya menjadi pilihan populer untuk mengamankan jaringan dari luar/internet. Banyak situs web yang menggunakan layanannya untuk mencegah serangan siber. Sayangnya, yang seharusnya melindungi itu justru membuat yang dilindunginya tidak bisa diakses sama sekali pada waktu itu. Yang terdampak ada Canva (lagi), Twitter, Uber, AWS (juga), PayPal, ChatGPT/OpenAI, dan lain-lain.

Apa yang bisa dipetik?

Banyaknya gangguan yang terjadi secara berturut-turut ini mengingatkan kita tentang pentingnya desentralisasi internet, baik prasarana maupun sarananya. Kita terlalu "setia" kepada satu layanan, padahal layanan itu juga "setia" kepada satu layanan prasarana, dan seterusnya. Hal ini memang cara paling mudah dan murah. Namun, kita akhirnya merasakan getahnya.

Perlu diketahui bahwa AWS menguasai 30% pasar layanan prasarana internet. Hal ini diikuti Microsoft Azure (20%), Google Cloud (13%), dan Alibaba Cloud (4%). Meski di bawah 50%, sebanyak 30% pasar itu terdiri dari banyak perusahaan besar atau layanan vital seperti kesehatan dan keamanan.

Begitu juga dengan Cloudflare. Walau mungkin data situs web yang menggunakan reverse proxy kurang lengkap, ada sumber yang mengatakan bahwa Cloudflare digunakan oleh 20,5% situs web secara keseluruhan atau 81,6% situs web yang menggunakan reverse proxy. Persentase yang sangat besar ini juga menunjukkan kerapuhan layanan di internet yang kita pakai sehari-hari.

Apa yang bisa kita lakukan?

Yang jelas, ketika hampir semua (atau bahkan semua) bergantung kepada satu pihak, terdapat kerapuhan yang sangat besar terhadap gangguan/masalah yang mungkin terjadi. Dalam kasus ini, saat satu pihak yang dianggap akan selalu dapat diandalkan ini ternyata mengalami gangguan juga (apalagi yang tidak sebentar), semua terkena getahnya.

Untuk para pengembang (developer), pertimbangkan pula alternatif layanan yang tersedia. Kita perlu mempelajari dan mempersiapkan rencana/prosedur khusus saat layanan yang kita gunakan untuk menjalankan operasional ini mengalami gangguan. Hal ini meliputi variasi produk dari penyedia yang sama ataupun produk lain dari penyedia lain.

Untuk para pengguna/masyarakat secara umum, cadangan adalah hal yang wajib disiapkan. Kita tidak pernah tahu kapan gangguan akan terjadi. Jangan sampai pekerjaan (atau keselamatan) diri kita terancam hanya karena satu pihak mengalami gangguan.

Penutup

Aku teringat strip komik yang juga kembali tenar saat terjadi gangguan berturut-turut waktu itu: komik xkcd yang berjudul "Dependency" (2020) berikut:

Tumpukan balok-balok dengan judul Semua Prasarana Digital Modern dan panah yang menunjuk ke satu balok pipih yang menyangga di bawah semuanya dan bertuliskan sebuah proyek yang secara sukarela dikelola oleh seseorang di Nebraska sejak 2003
Gambaran kerapuhan prasarana digital modern

Omong-omong, tahukah kalian kalau tiap perusahaan, bahkan tiap individu, mengelola server sendiri pada awal perkembangan internet? Belum ada layanan "awan" ("cloud") waktu itu sehingga gangguan di satu layanan tidak terlalu berdampak ke layanan lainnya.

Sampai jumpa!

Jumat, 24 Oktober 2025

Seperempat Abad

seperempat abad sudah
semoga kuat tetap lanjut

banyak jenjang didik sudah
harap belajar tetap berlanjut

beragam hal kualami sudah
berdoa hati tetap kukuh

aneka tantangan tampak sudah
kuatkan diri tetap tangguh

usaha, harap, doa sudah
semua dilakukan sepenuh

Alhamdulillah dan Bismillah

Biasanya orang bilang, "Wah, tidak terasa, ya." Hanya saja, aku merasakan semua kejadian yang kualami. Walau sebagian besar hal itu tidak lagi kuingat, dampaknya terhadap pembentukan jati diriku tetap ada. Aku yang saat ini adalah hasil dari 25 tahun perjalanan hidup. Keinginanku hanya satu: bisa menjalani hidup sesuai dengan pedoman-Nya—sederhana, tetapi memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Semoga hidup kita dipenuhi dengan kebaikan dan dijauhkan dari keburukan.

Salam!

Selasa, 30 September 2025

Jika dan Hanya Jika

Halo!

Pernahkah kalian dengar ungkapan jika dan hanya jika? Kata-kata ini biasanya muncul dalam konteks matematika, logika, atau hukum. Istilah ini terdiri dari dua bagian, yaitu (1) jika dan (2) hanya jika.

Kata jika menjadi kata depan yang menandai sebab dari suatu kejadian. Contohnya, dalam kalimat, "Aku akan tetap pergi jika dia tidak mengabariku," klausa dia tidak mengabariku menjadi sebab/faktor terjadi aku akan tetap pergi. Namun, hal sebaliknya tidak demikian. Kejadian aku akan tetap pergi belum tentu selalu disebabkan oleh dia tidak mengabariku.

Secara matematis, operasi jika atau implikasi disimbolkan dengan panah kanan (→). Contohnya, AB. Yang harus diperhatikan adalah bahwa operasi ini hanya bernilai salah saat B salah, padahal A benar. Cara mengingatnya adalah dengan selalu berpikir bahwa (1) penyebab/faktor suatu kejadian bisa ada lebih dari satu dan (2) definisi faktor itu memang hal yang menyebabkan sesuatu terjadi.

Sebaliknya, istilah hanya jika adalah kebalikan arah dari jika. Operasi ini disimbolkan dengan panah kiri (←). Contohnya, AB. Dalam matematika, operasi pembalikan ini disebut konvers dari suatu pernyataan. Yang harus diperhatikan adalah bahwa implikasi tidak sama dengan hasil konversnya, yaitu suatu kejadian belum tentu akibat dari faktor yang dimaksud (bisa disebabkan oleh faktor lain).

Ringkasnya, tabel kebenaran dari implikasi dan konversnya adalah berikut:

A B AB
(implikasi)
AB
(konvers)
benarbenarbenarbenar
benarsalahsalahbenar
salahbenarbenarsalah
salahsalahbenarbenar

Terakhir, yang dimaksud jika dan hanya jika (↔) adalah hasil konjungsi (operasi dan) dari operasi jika dan operasi hanya jika. Dari tabel di atas, yang bernilai benar untuk keduanya hanya saat A dan B benar. Karena itulah, operasi ini juga bisa disimbolkan dengan sama dengan tiga (≡).

Jadi, kalau bertemu kata-kata jika dan hanya jika, jangan bingung lagi, ya, dengan maksudnya. Semoga bermanfaat!